Foto pernikahan adalah salah satu hal yang tetap ada setelah acara selesai. Karena itu, memilih fotografer sebaiknya tidak hanya berdasarkan harga termurah atau foto paling viral.
1. Lihat satu acara utuh, bukan hanya foto terbaik
Feed Instagram biasanya berisi foto pilihan. Minta vendor mengirim satu galeri lengkap dari acara yang mirip dengan acara Anda — misalnya pemberkatan di gereja lalu resepsi malam. Dari situ terlihat konsistensi hasil di kondisi cahaya yang sulit.
2. Pastikan gayanya cocok dengan Anda
Ada fotografer bergaya dokumenter (menangkap momen apa adanya), ada yang editorial (banyak pose terarah), ada yang warna hangat, ada yang terang dan pastel. Tidak ada yang salah — yang penting cocok dengan selera Anda dan keluarga.
3. Hitung durasi liputan yang sebenarnya dibutuhkan
Susun perkiraan jadwal hari H: persiapan pengantin, pemberkatan atau akad, sesi keluarga, resepsi. Bandingkan dengan durasi di paket. Paket yang terlihat murah bisa jadi lebih mahal kalau Anda harus menambah jam lembur.
Di Tambatan, tabel Bandingkan menghitung harga per jam liputan otomatis supaya paket dengan durasi berbeda bisa dibandingkan dengan adil.
4. Tanyakan jumlah fotografer
Acara dengan tamu banyak dan beberapa lokasi biasanya butuh lebih dari satu fotografer. Satu orang tidak bisa sekaligus memotret pengantin masuk dan reaksi keluarga.
5. Cek apa saja yang termasuk
- Jumlah foto yang diedit
- Album cetak (ukuran dan jumlah halaman)
- File mentah (RAW/JPG tanpa edit)
- Drone dan same day edit
- Biaya transport ke luar kota
6. Tanyakan waktu penyerahan hasil
Berapa minggu sampai foto edit dan album selesai? Minta tanggal perkiraan tertulis.
7. Minta kesepakatan tertulis
Sebelum membayar DP, pastikan ada ringkasan tertulis: paket, harga, jumlah DP, jadwal pelunasan, dan aturan jika acara batal atau diundur. Pesan WhatsApp yang jelas pun lebih baik daripada kesepakatan lisan.